PETIKAN WAWANCARA antara Permadi dan wartawan Tempo,
wartawan :Menurut Anda, siapa Satrio Piningit itu?
permadi SH :
Ya, kalau namanya diketahui bukan Satrio Piningit. Yang jelas
sekarang banyak orang merasanya begitu. Sebut saja Habibie — Harmoko pun
begitu. Bahkan, Sri Bintang Pamukas pun sama. Saya beri contoh, antara
Soekarno dan Soeharto adalah setengah piningit. Soekarno, kemunculanya
sudah diketahui orang sejak dia muda. Cokro Aminoto, Agus Salim dan
tokoh-tokoh pergerakan lainnya sudah paham bila anak muda inilah yang akan
menjadi pemimpin. Jadi, kemunculannya sudah diketahui. Tapi, soal tindak
tanduknya tidak dapat diketahui. Tiba-tiba keluar dari PBB, bikin Ganevo,
dan sebagainya. Sebaliknya, Soeharto, kemunculannya tidak diketahui dan
ndak (ada yang) ngira Pak Harto bisa jadi presiden berhadapan dengan A.
Yani, Juanda dan Chairul Saleh. Tetapi, tindakannya semua orang sudah pada
tahu, pidatonya mesti begini. Jadi, diapun setengah piningit. Nah yang
nanti munculnya tidak diketahui dan tindakanya pun tidak diketahui. Kelak
dialah yang akan membesarkan Indonesia tetapi juga akan memakai ajaran
Soekarno untuk kebesaran bangsa dan keyakinan Sukarno untuk menjadikan
Indonesia sebagai mercusuar dunia. Kelak dunia ini akan hancur, tetapi
Indonesia sudah konsolidasi terlebih dahulu dengan Satrio Piningit yang
akan menjadikannya negara besar Nusantara seperti mitosnya masyarakat
Jawa.
wartawan : Kalau menurut jongko Joyoboyo, siapa itu Satrio Piningit?
permadi:
Satrio Piningit itu adalah seorang yang masih berdarah Majapahit.
Sebab, kemunculannya berkaitan dengan munculnya kembali kebangkitan
Majapahit setelah 500 tahun lalu. Dan kemudian orang banyak yang
mengaku-aku dirinya Satrio Piningit . Tetapi dikatakan dalam jongko
Joyoboyo, Satrio Piningit ini adalah seorang Majapahit yang berilmu untuk
keadilan dan kebenaran orang banyak. Sehingga, disebut Ratu Adil. Dalam
perjalan hidupnya, ia sering mengalami kesengsaraan, selalu dipermalukan,
sering kesapar ( bernasib malang dan susah, Red), kesandung. Makanya, dia
mendapat predikat Satrio Wiragung (ksatria yang agung, Red). Karena
hidupnya dipermalukan terus oleh masyarakat, maka dia mempunyai kekuatan
seperti nabi. Jadi, dirinya sudah ada, mungkin sudah membaur. Karena
waktunya sangat dekat, saya ndak tahu . Sebab kalau saya tahu sudah bukan
Satrio Piningit lagi.
Kemunculan Ratu Adil akan ditandai dengan meletusnya gunung Karakatau?
Memang didalam jongko Joyoboyo disebutkan gunung-gunung akan
meletus nanti. Seperti, Krakatau, Slamet, dan terakhir gunung Merapi.
Yang aneh, dalam jongko Joyoboyo tersebut, disebutkan laharnya akan ke
kota Yogya. Padahal, selama ini hanya menuju Magelang. Pada tahun 1994 itu
laharnya memang mulai ke kota Yogya, tapi hanya sedikit. Ini semua seperti
yang sudah diramalkan 1000 tahun yang lalu sebagai akhir dari segala
puncak zaman edan. Kembali ke Pak Harto. Bila beliau tidak dapat
menyelesaikanya akhir jabatan nya pada tahun 1998, apakah akan ada periode
yang meminta banyak korban ? Kalau referensi saya kembali ke Joyoboyo,
ya, memang itu yang akan terjadi goro-goro itu. Dan ini memang tahap
milenium ketiga yang memungkinkan selama tiga tahun sejak 1995 sebagai
masa transisi kita. Yang jelas penghancuran itu bukan hanya di Indonesia
tetapi juga diseluruh dunia oleh alam.
========================================================================
coba anda comment soal wawancara diatas